Mengulas Tentang Khasiat Jahe dan Cara Membuat Minuman Jahe Alami

Mengulas Tentang Khasiat Jahe dan Cara Membuat Minuman Jahe AlamiJahe merupakan rempah-rempah atau dikenal dengan nama latin Zingiber Officinale. Khasiat jahe adalah dapat menenangkan dan mencegah mual ketika selesai kemoterapi melalui aromanya, dapat menjaga kesehatan sistem pencernaan yang berhubungan dengan asam lambung, sembelit dan perut kembung. Selain itu, dapat menjaga kesehatan otak dan menghambat terjadi peradangan di otak sehingga fungsi otak dapat bekerja dengan baik dan jahe dapat menyerap sinar UV sebagai penyebab rusaknya DNA, ekstrak jahe akan menghasilkan antioksidan untuk tubuh. Jahe dapat memberikan dukungan terhadap metabolisme karbohidrat dan lipit serta memberikan efek untuk menjaga kestabilan gula darah, sekaligus terhindar dari kerusakan mata.

Jahe memiliki banyak jenis sesuai dengan kegunaannya diantaranya:

  • Jahe emprit merupakan jahe putih yang sering dijumpai dipasar dengan bentuk yang sedikit pipih dan memiliki serat yang lembut, aromanya tidak terlalu tajam dan memiliki rasa pedas. Memiliki kandungan minyak atsiri tinggi 1,7-8% berat kering sebagai minyak esensial atau aromatik ketiak menguap, biasa digunakan sebagai bumbu masak dan jamu.
  • Jahe gajah atau sering disebut jahe badag dengan ukuran besar dan gemuk, ruasnya menggembung, dengan warna daging putih kekuningan, dengan minyak atsiri 0,18-1,66% berat kering, tidak terlalu pedas yang digunakan sebagai bahan dalam pembuatan permen atau minuman karena memiliki daging yang tebal dan digunakan juga sebagai rempah pada masakan.
  • Jahe merah merupakan jahe langka dan memiliki harga langka, memiliki rimpang berwarna merah, serat kasar dan memiliki ukuran yang kecil, memiliki minyak atsiri 2,58-90% berat kering sehingga rasa pedasnya tinggi dan digunakan sebagai bahan minyak jahe dan obat-obatan.

Jahe dapat dijadikan sebagai menu diet sehingga memberikan aroma kuat dan rasa manis dan pedas sedikit. Khasiat jahe untuk diet adalah dengan meminum teh dua hingga tiga kali dalam sehari sehingga dapat memperlancar pencernaan. Dapat juga mengunyah irisan jahe sebelum makan atau digabungkan dengan sari lemon dan garam akan memperlancar sistem pencernaan dan menurunkan nafsu makan. Dapat juga digunakan sebagai rempah dalam makanan dan meminumnya bersama dengan madu.

Berikut adalah kondisi seseorang tidak dapat mengonsumsi jahe:

  • Gangguan darah, jika mengonsumsi jahe akan mencegah pembekuan darah dan meningkatkan sirkulasi darah yang meningkatkan resiko pendarahan.
  • Batu empedu, jika mengonsumsi jahe akan memproduksi empedu.
  • Ulkus atau IBD atau penyakit radang usus atau usus tidak dapat mengonsumsi jahe.
  • Mengonsumsi jahe sebelum operasi akan meningkat pendarahan internal sehingga disarankan menghindari minuman jahe selama 2 minggu sebelum melakukan operasi.
  • Perempuan hamil karena dapat membuat penurunan daya serap terhadap zat besi dan vitamin yang larut di dalam lemak.

Selain itu, jahe tidak dapat dikonsumsi untuk orang yang mengonsumsi obat insuin, antikoagulan maupun anti platelet. Begitu juga dengan antasid karena dapat meningkatkan produksi asam lambung. Untuk orang yang mengonsumsi obat jantung, perawatan kanker maupun antihistamin harus menghindari jahe. Jahe dapat merangsang aliran darah dan mempengaruhi pembekuan darah karena digabungkan dengan obat herbal lainnya.

Untuk membuat jahe dengan memarut 1,5 sendok teh jahe, merebus 4 gelas air lalu menambahkan jahe dalam air. Selanjutnya membiarkan jahe meresap dalam waktu 5 hingga 10 menit, lalu menyaring parutan jahe dan air jahe dapat dikonsumsi. Khasiat jahe dapat dirasakan jika mengonsumsinya tidak lebih dari 4 gram jahe. Jika lebih dari itu akan menimbulkan interaksi bahaya terutama jika berada dalam kondisi diatas.

shares